Kelor atau
merunggai (
Moringa oleifera) adalah sejenis tumbuhan dari
suku Moringaceae. Tumbuhan ini memiliki ketinggian batang 7—11 meter.
[1]
Daun kelor berbentuk bulat telur dengan ukuran kecil-kecil bersusun
majemuk dalam satu tangkai, dapat dibuat sayur atau obat. Bunganya
berwarna putih kekuning-kuningan dan tudung pelepah bunganya berwarna
hijau; bunga ini keluar sepanjang tahun dengan aroma bau semerbak.
[1] Buah kelor berbentuk segitiga memanjang yang disebut
kelentang, juga dapat disayur.
Nama umum Indonesia: Kelor, limaran (Jawa) Inggris : Moringa, ben-oil
tree, clarifier tree, drumstick tree Melayu : kalor, merunggai, sajina
Vietnam : Chùm ngây Thailand : ma-rum Pilipina : Malunggay
Khasiat :
Bayi dan anak-anak pada masa pertumbuhan dianjurkan Organisasi
Kesehatan Dunia WHO mengkonsumsi daun kelor. Perbandingan gram, daun
kelor mengandung:
7 x vitamin C pada jeruk 4 x calcium pada susu 4 x vitamin A pada wortel 2 x protein pada susu 3 x potasium pada pisang
Organisasi ini juga menobatkan kelor sebagai pohon ajaib setelah
melakukan studi dan menemukan bahwa tumbuhan ini berjasa sebagai
penambah kesehatan berharga murah selama 40 tahun ini di negara-negara
termiskin di dunia. Pohon kelor memang tersebar luas di padang-padang
Afrika, Amerika Latin, dan Asia. National Institute of Health (NIH) pada
21 Maret 2008 mengatakan, bahwa pohon kelor “Telah digunakan sebagai
obat oleh berbagai kelompok etnis asli untuk mencegah atau mengobati
lebih dari 300 jenis penyakit. Tradisi pengobatan ayurveda India kuno
menunjukkan bahwa 300 jenis penyakit dapat diobati dengan daun moringa
oleifera.
Manfaat utama daun kelor adalah:
- Meningkatkan ketahanan alamiah tubuh
- Menyegarkan mata dan otak
- Meningkatkan metabolisme tubuh
- Meningkatkan stuktur sel tubuh
- Meningkatkan serum kolesterol alamiah
- Mengurangi kerutan dan garis-garis pada kulit
- Meningkatkan fungsi normal hati dan ginjal
- Memperindah kulit
- Meningkatkan energi
- Memudahkan pencernaan
- Antioksidan
- Memelihara sistem imunitas tubuh
- Meningkatkan sistem sirkulasi yang menyehatkan
- Bersifat anti-peradangan
- Memberi perasaan sehat secara menyeluruh
- Mendukung kadar gula normal tubuh
Dari hasil analisa kandungan nutrisi dapat diketahui bahwa daun kelor
memiliki potensi yang sangat baik untuk melengkapi kebutuhan nutrisi
dalam tubuh. Dengan mengonsumsi daun kelor maka keseimbangan nutrisi
dalam tubuh akan terpenuhi sehingga orang yang mengonsumsi daun kelor
akan terbantu untuk meningkatkan energi dan ketahanan tubuhnya. Selain
itu, daun kelor juga berkhasiat untuk mengatasi berbagai keluhan yang
diakibatkan karena kekurangan vitamin dan mineral seperti kekurangan
vitamin A (gangguan penglihatan), kekurangan Choline (penumpukan lemak
pada liver), kekurangan vitamin B1 (beri-beri), kekurangan vitamin B2
(kulit kering dan pecah-pecah), kekurangan vitamin B3 (dermatitis),
kekurangan vitamin C (pendarahan gusi), kekurangan kalsium
(osteoporosis), kekurangan zat besi (anemia), kekurangan protein (rambut
pecah-pecah dan gangguan pertumbuhan pada anak).
PEPAYA

Pepaya adalah salah satu buah yang mengandung lycophene, yang dikenal
sebagai zat yang sangat efektif dalam mencegah dan memerangi penyebaran
sel kanker.
Seperti dikutip dari Menshealth, penelitian baru-
baru ini menemukan bahwa lycophene menstimulasi tingkat dari sel
pertahanan di dalam tubuh untuk melawan kanker. Hal ini bisa mencegah
kerusakan DNA dan menghambat penyebaran kanker.
Para peneliti
dari dari universitas Florida menemukan bahwa Pepaya efektif sebagai
agen anti kanker untuk melawan jenis kanker seperti rahim, payudara,
hati, paru-paru dan pankreas. Hasil dari penelitian itu dipublikasikan
dalam jurnal Ethnopharmacology.
Hal ini diketahui setelah para
peneliti mengadakan pengujian menggunakan teh yang dibuat dari ekstrak
daun pepaya kering. Buah itu dikenal bisa meningkatkan zat kimia yang
mengatur sistem kekebalan tubuh.
Dr Nam Dang dari Universitas
Florida mengatakan bahwa ekstra pepaya yang diuji di laboratorium ini
tak memiliki efek samping beracun terhadap sel yang normal. Sehingga
kemungkinannya ia bisa digunakan sebagai obat alternatif. Penelitian
lanjutan masih diperlukan untuk menentukan efek yang dihasilkannya jika
ia masuk kedalam tubuh.
Dalam hal kandungan lycophene, ternyata
Pepaya juga memiliki kandungan lain berupa sumber vitamin C, potasium
dan asam folat yang membuatnya menjadi buah yang sangat menyehatkan.
Buah
buahan lainnya dan sayuran yang mengandung lycophene yang cukup baik
adalah tomat, semangka, anggur, dan secara umum makanan yang mengandung
lycophene memiliki daging yang penuh warna.(*)
JAMBU BIJI

Buah jambu biji mengandung banyak vitamin dan serat, sehingga sangat
cocok sekali dikonsumsi untuk menjaga kesehatan. Warna daging jambu biji
yang merah mengidikasikan jambu biji kaya akan vitamin A untuk
kesehatan mata dan antioksidan. Buah jambu biji sangat cocok sekali
dikonsumsi di siang hari karena buahnya yang segar dan mendinginkan
badan.
MENGGUDU
Mengkudu (
Morinda citrifolia) atau
keumeudee (
Aceh);
pace,
kemudu,
kudu (
Jawa);
cangkudu (
Sunda);
kodhuk (
Madura);
tibah (
Bali) berasal daerah Asia Tenggara, tergolong dalam famili
Rubiaceae. Nama lain untuk tanaman ini adalah
noni (
Hawaii),
nono (
Tahiti),
nonu (
Tonga),
ungcoikan (
Myanmar) dan
ach (
Hindi).
Tanaman ini tumbuh di dataran rendah hingga pada ketinggian 1500 m.
Tinggi pohon mengkudu mencapai 3-8 m, memiliki bunga bongkol berwarna
putih. Buahnya merupakan buah majemuk, yang masih muda berwarna hijau
mengkilap dan memiliki totol-totol, dan ketika sudah tua berwarna putih
dengan bintik-bintik hitam.
Secara tradisional, masyarakat Aceh menggunakan buah mengkudu sebagai
sayur dan rujak. Daunnya juga digunakan sebagai salah satu bahan
nicah peugaga
yang sering muncul sebagai menu wajib buka puasa. Karena itu, mengkudu
sering ditanam di dekat rumah di pedesaan di Aceh. Selain itu mengkudu
juga sering digunakan sebagai bahan obat-obatan.
Kandungan mengkudu
- Zat nutrisi: secara keseluruhan mengkudu merupakan buah makanan
bergizi lengkap. Zat nutrisi yang dibutuhkan tubuh, seperti protein,
viamin, dan mineral penting, tersedia dalam jumlah cukup pada buah dan
daun mengkudu. Selenium, salah satu mineral yang terdapat pada mengkudu
merupakan antioksidan yang hebat. Berbagai jenis senyawa yang terkandung
dalam mengkudu : xeronine, plant sterois,alizarin, lycine, sosium,
caprylic acid, arginine, proxeronine, antra quinines, trace elemens,
phenylalanine, magnesium, dll.
- Terpenoid. Zat ini membantu dalam proses sintesis organic dan pemulihan sel-sel tubuh.
- Zat anti bakteri.Zat-zat aktif yang terkandung dalam sari buah
mengkudu itu dapat mematikan bakteri penyebab infeksi, seperti
Pseudomonas aeruginosa, Protens morganii, Staphylococcus aureus,
Bacillus subtilis, dan Escherichia coli. Zat anti bakteri itu juga dapat
mengontrol bakteri pathogen (mematikan) seperti Salmonella montivideo, S
. scotmuelleri, S . typhi, dan Shigella dusenteriae, S . flexnerii, S .
pradysenteriae, serta Staphylococcus aureus.
- Scolopetin. Senyawa scolopetin sangat efektif sebagi unsur anti peradangan dan anti-alergi.
- Zat anti kanker. Zat-zat anti kanker yang terdapat pada mengkudu paling efektif melawan sel-sel abnormal.
- Xeronine dan Proxeronine. Salah satu alkaloid penting yang terdapt
di dalam buah mengkudu adalah xeronine. Buah mengkudu hanya mengandung
sedikit xeronine, tapi banyak mengandung bahan pembentuk (precursor)
xeronine alias proxeronine dalam jumlah besar. Proxeronine adalah
sejenis asam nukleat seperti koloid-koloid lainnya. Xeronine diserap
sel-sel tubuh untuk mengaktifkan protein-protein yang tidak aktif,
mengatur struktur dan bentuk sel yang aktif.
SUKUN(pohon)
Sukun adalah nama sejenis pohon yang ber
buah. Buah sukun tidak berbiji dan memiliki bagian yang empuk, yang mirip
roti setelah dimasak atau digoreng. Karena itu, orang-orang Eropa mengenalnya sebagai "buah roti" (
Ingg.:
breadfruit;
Bld.:
broodvrucht, dll.).
Sukun sesungguhnya adalah
kultivar yang terseleksi sehingga tak berbiji. Kata "sukun" dalam
bahasa Jawa berarti "tanpa biji" dan dipakai untuk kultivar tanpa biji pada jenis buah lainnya, seperti
jambu klutuk dan
durian. "Moyangnya" yang berbiji (dan karenanya dianggap setengah liar) dikenal sebagai
timbul,
kulur (
bahasa Sunda), atau
kluwih (bahasa Jawa),
kulu (bahasa Aceh),
kalawi (Minang). Di daerah Pasifik, kulur dan sukun menjadi sumber karbohidrat penting. Di sana dikenal dengan berbagai nama, seperti
kuru,
ulu, atau
uru. Nama ilmiahnya adalah
Artocarpus altilis.
Kegunaan
Buah sukun (tak berbiji) merupakan bahan pangan penting sumber karbohidrat di pelbagai kepulauan di daerah tropik, terutama di
Pasifik dan
Asia Tenggara.
Sukun dapat dimasak utuh atau dipotong-potong terlebih dulu: direbus,
digoreng, disangrai atau dibakar. Buah yang telah dimasak dapat
diiris-iris dan dikeringkan di bawah matahari atau dalam tungku,
sehingga awet dan dapat disimpan lama.
Di pulau-pulau Pasifik, kelebihan panen buah sukun akan dipendam dalam lubang tanah dan dibiarkan ber
fermentasi
beberapa minggu lamanya, sehingga berubah menjadi pasta mirip keju yang
awet, bergizi dan dapat dibuat menjadi semacam kue panggang. Sukun
dapat pula dijadikan keripik dengan cara diiris tipis dan digoreng.
Sukun dapat menghasilkan buah hingga 200 buah per pohon per tahun.
Masing-masing buah beratnya antara 400-1200 gr, namun ada pula varietas
yang buahnya mencapai 5 kg. Nilai energinya antara 470-670 kJ per 100
gram. Tidak mengherankan bila sukun menarik minat para penjelajah Barat,
yang kemudian mengimpor tanaman ini dari
Tahiti ke Amerika tropis (
Karibia) pada sekitar akhir 1780an untuk menghasilkan makanan murah bagi para
budak di sana.
- Daunnya dapat dijadikan pakan ternak. Kulit batangnya menghasilkan serat yang bagus yang pada masa lalu pernah digunakan sebagai bahan pakaian lokal.
- Getahnya digunakan untuk menjerat burung, menambal (memakal) perahu, dan sebagai bahan dasar permen karet.
- Kayu
sukun atau timbul berpola bagus, ringan dan cukup kuat, sehingga kerap
digunakan sebagai bahan alat rumah tangga, konstruksi ringan, dan
membuat perahu.
Timbul, kulur, atau kluwih (yang berbiji) lebih banyak dipetik tatkala muda, untuk dijadikan sayur
lodeh,
sayur asam, atau ditumis dengan
cabai. Biji timbul yang tua juga kerap di
rebus, di
goreng, atau di
sangrai untuk dijadikan
camilan.
Related Posts: